Sabtu, 19 Mei 2018

contoh wirausaha


Rahasia Sukses Usaha Batik dengan Omzet Ratusan Juta Perbulan




Bagi sebagian orang, mungkin sulit membayangkan bahwa seorang gadis muda belia sudah bisa menjadi pengusaha sukses dengan penghasilan milyaran. Apalagi jika capaian tersebut diperoleh dengan keringat sendiri tanpa warisan kekayaan harta orang tua.
Namun Dea Valencia Budiarto membuktikan bahwa hal itu bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai. Jika banyak orang berusia muda yang baru lulus dari universitas (fresh graduate) memiliki pendapatan bulanan pada kisaran jutaan, hal ini tak berlaku bagi Dea. Di usia 22 tahun, Dea telah menjadi wirausahwan sukses dengan berdagang batik dengan merek Batik Kultur.

“Saya benar-benar belajar dari awal sejak saya mulai jatuh cinta dengan batik. Jadi semua motif batik yang saya jual designnya adalah hasil karya saya sendiri. Tentu banyak yang saya adaptasi dari model batik lawasan. Awal tahun 1900-an, banyak orang Belanda yang belajar membatik.Mereka adaptasi beberapa dari dongeng Belanda. Nah, ini yang saya modernisasi,” kata Dea dalam wawancara khusus dengan Suara.com di acara Astra Startup Challenge di Jakarta, Kamis (21/7/2016).

Dea mulai menjalankan bisnis batik sejak usia 16 tahun di tahun 2011. Setahun pertama, ia menjual batik lawasan. Seiring berjalan waktu, ia mulai menjual batik tidak lagi dalam bentuk kain, tetapi sudah menjadi baju Ketidaksanggupannya membeli batik yang ia inginkan justru menjadi awal mula kesuksesannya.

Seiring berjalannya waktu, ketika awal produksi Batik Kultur hanya membuat 20 potong pakaian, kini bisnis Dea mampu memproduksi 800 potong Batik Kultur setiap bulan Dengan harga Rp 250.000 - 1,2 juta, nilainya setara dengan Rp3,5 miliar per tahun atau Rp300 juta per bulan.

Dea memulai Batik Kultur benar-benar dari nol. Bahkan ia sendiri yang menjadi model Batik Kultur. Beruntunglah, wajah Dea yang cantik mempermudah jalannya untuk tampil di hadapan kamera. Bahkan Dea sendiri yang mendesain produk Batik Kultur padahal ia mengaku tak bisa menggambar. Untuk itu, Dea memiliki seorang rekan yang bisa diandalkan untuk mentranfer imajinasinya tentang pola batik menjadi sebuah gambar.

Kini Batik Kultur bahkan telah diekspor ke beberapa negara. Beberapa customer dari Norwegia, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Australia, Singapura dan Hongkong sudah melakukan pemesanan. “Cuma produksinya untuk ekspor dalam jumlah besar belum dilakukan. Karena kemampuan produksi kami masih kurang untuk memenuhi permintaan dari konsumen dalam negeri,” jelas Dea.

Tak cuma batik, Batik Kultur pun merambah ke tenun ikat. Khusus yang satu ini, Dea harus membelinya di Jepara, tepatnya di Desa Troso yang merupakan sentra tenun ikat. Jika dulu hanya membeli beberapa meter kain, kini sekali kulakan Dea membeli tak kurang dari 400 meter tenun ikat.

Sebagai alumni program studi Sistem Informasi Universitas Multimedia Nusantara, Dea paham betul kekuatan internet untuk pemasaran. Batik Kultur 95 persen memanfaatkan jaringan internet dalam urusan permasalahan.

Dea menjadikan Facebook dan Instagram sebagai katalog dan media komunikasi dengan konsumennya. Dari sana, referensi untuk Batik Kultur menyebar dari mulut ke mulut. Integrasi dunia maya dan dunia nyata menyukseskan bisnis Dea.

Bagi Dea, kesuksesan bisnis tak diukur dari berapa banyak produknya terjual atau berapa banyak customer yang dimiliki. Termasuk soal pendapatan usaha, menurutnya itu bukanlah hal yang utama. “Bagi saya justru berapa banyak orang yang bisa saya berdayakan untuk bekerja di bisnis yang saya miliki ini. Saya bangga awalnya saya hanya punya seorang karyawan, kini saya punya 85 karyawan. Bahkan 40 diantara mereka adalah diffabel. Untuk saya, ini tolak ukur yang lebih penting,” jelas Dea.

Saat ini Batik Kultur baru memiliki 1 galeri penjualan di Semarang, Jawa Tengah, kota asal kelahiran Dea. Namun dalam waktu dekat, ia akan mendirikan 1 galeri lagi di Ibu Kota Jakarta. “Karena memang pemesanan pembelian online terbanyak kami dari Jakarta,” tutup Dea.


                                                                                                                     chandra street boy

Senin, 27 November 2017

9 tips mencapai target penjualan

9 tips untuk mencapai target

Seorang sales diharuskan oleh perusahaan mencapai target penjualan. Terkadang seorang sales gagal mencapai target penjualan dan mendapat punishment dari pihak perusahaan. Namun jangan menyerah, ada 9 tips untuk Anda mencapai target penjualan

1. Perencanaan
Buatlah perencanaan yang matang dan tentukan tujuan yang jelas. Berapa omset yang ingin Anda capai? Bagaimana mencapainya? Langkah apa yang harus diambil?. Dengan mempunyai rencana dan tujuan yang matang maka Anda akan fokus pada langkah-langkah yang sudah direncanakan.

2. Cekatan

Saat ini persaingan sangat ketat dalam dunia bisnis. Agar mampu berkompetisi, maka Anda pun harus mampu mengikuti perubahan yang terjadi. Merespon cepat informasi yang masuk dan segera mengambil tindakan menjadikan Anda beberapa langkah lebih maju dibandingkan pesaing-pesaing Anda.

3.Bersaing
Aktivitas menjual tidak terlepas dari persaingan. Persaingan ini akan menjadi pendorong bagi sales untuk tetap memacu semangatnya secara maksimal, menerapkan langkah strateginya agar target terpenuhi.

4. Open minded
Seorang sales harus bisa memetakan kemampuannya sendiri, serta mengetahui kemampuan orang lain dan pesaingnya. Jika strategi yang biasa dilakukan dinilai tidak lagi efektif, maka tidak ada salahnya mempelajari strategi kompetitor dan menerapkannya dengan beberapa penyesuaian.

5. Kaya ide dan kreatif

Memiliki banyak ide kreatif dan menggunakannya dalam kegiatan penjualan adalah salah satu langkah yang bisa dilakukan oleh seorang sales person untuk memenuhi targetnya. Melalui ide-ide kreatif tersebut maka seorang sales akan menunjukkan posisinya yang lebih menonjol daripada pesaingnya.
6.Networking
Profesi sales person juga kuat hubungannya dengan networking. Memiliki jaringan yang luas akan memberikan peluang yang besar untuk bertransaksi. Maka tidak ada salahnya bergabung dengan komunitas atau melibatkan pihak lain yang dapat membantu Anda menemukan potential prospect.

7. Tidak cepat puas
Ketika sales person berhasil melakukan closing, seringkali mereka terlena dengan keberhasilannya dan cepat puas. Padahal sales person tersebut tidak terlepas dari target penjualan. Maka setelah melakukan closing, Anda harus segera bergerak cepat untuk melakukan prospecting lagi. Yang perlu diingat adalah dengan menciptakan prospek atau konsumen baru maka Anda akan siap mengolah ‘ladang yang siap panen’.

8.Disiplin
Proses belajar tidak mengenal usia dan tempat karena pada dasarnya ilmu bisa didapatkan dari mana saja. Baik secara teori atau pengalaman. Sikap inilah yang harus dimiliki oleh seorang sales person. Disiplin dan memiliki kemauan yang besar untuk mau belajar akan meningkatkan kualitas diri seorang sales person dalam menghadapi perubahan yang cepat dan kompetitif.

9. Profesional

Fokus dan terus belajar secara konsisten dalam menjalani profesinya akan memberikan hasil yang maksimal.



                                                     chandra gilang pratama

tips bisnis

1 Atur diri sendiri

Jika Anda bisa mengatur diri Anda pada tahap awal, maka Anda pun akan mendapatkan jalan kemudahan menuju sukses. Organisir diri Anda sendiri, karena ini akan membantu saat menghadapi masalah di tempat kerja.
Sebaiknya biasakanlah membuat daftar pekerjaan yang harus dikerjakan dan cek daftar yang Anda tulis, periksa apa saja yang sudah Anda kerjakan. Dengan cara ini akan mudah mengelola pekerjaan Anda setiap harinya.

2. Jika mendapat masalah, catat secara rinci

Menyimpan catatan rinci setiap masalah seperti kesalahan saat transaksi, maka akan membantu Anda mengetahui bagaimana kondisi finansial dan apa potensi serta tantangan yang akan dihadapi.
Dari hal ini akan berkembang strategi bisnis yang bisa membantu mengatasi tantangan tersebut dan memberikan arah yang tepat untuk usaha Anda.

3. Perbaiki kesalahan


Saat masalah bisa dihadapi, jadikan itu sebagai pelajaran terbaik. Perbaiki kesalahan yang pernah terjadi. Satu hal lagi, jadilah unik, sebisa mungkin jangan meniru atau ikut-ikutan model bisnis dari orang lain, carilah sesuatu yang sangat berbeda. Karena dengan berbeda dari yang lain, maka Anda pun akan punya gaya sendiri dalam menyelesaikan permasalahan.


hal ini tentu saja memerlukan perencanaan yang baik dan keterampilan organisasi. Memiliki rencana bisnis yang terperinci dan menyeluruh memang sangat penting demi mengembangkan bisnis yang sedang dirintis.
Sebagai pengusaha, Anda pun harus punya gairah untuk tujuan bisnis Anda. Berikut tips membangun bisnis Anda menjadi sukses dan besar dikutip dari Groundreport:


Ukur kompetisi

4. Ukur kompetisi

Cara terbaik adalah mempelajari dan belajar dari pesaing Anda. Dalam rangka menghadapi pesaing, belajarlah untuk mengambil risiko yang telah diperhitungkan. Hal ini dapat membantu usaha Anda tumbuh, bahkan dari kondisi  paling buruk sekalipun, sehingga Anda pun akan mendapat beberapa pelajaran berharga.
5. Tetap fokus

Kebanyakan orang biasanya meninggalkan usaha saat sudah setengah jalan karena alasan mengalami kerugian. Hal ini akan berkesan bahwa Anda hanya menjalani bisnis dengan setengah hati.

Sebaiknya catatlah sesuatu hal yang bisa menghalangi fokus Anda, bahkan jika Anda menemukan kesulitan untuk membuat usaha Anda menguntungkan.
2 dari 3 halaman

Mengatasi peniru

6. Mengatasi peniru


Jika Anda berbisnis di barang-barang kreatif, kemungkinan besar bisnis tersebut bisa ditiru orang lain. Karenanya Anda harus cukup kuat untuk mempertahankannya. Salah satu rencana yang baik adalah mengikuti sistem 'inovasi yang berkelanjutan', karena dengan cara inilah peniru Anda tidak bisa mengejar inovasi yang Anda ciptakan.

7. Buat cadangan keuangan

Anda tidak pernah tahu kapan akan membutuhkan uang tunai. Jadi bijaksanalah dengan segala pengeluaran dan simpan juga beberapa uang cadangan untuk hal-hal tak terduga, karena kondisi dan nasib buruk bisa saja datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu!
Untuk menciptakan sebuah bisnis yang sukses, Anda sebenarnya tidak harus benar-benar terlibat langsung dengan usaha tersebut, tetapi akan lebih baik jika memiliki inovasi yang berkelanjutan sambil tetap menyadari persaingan bisnis yang ada di sekitar Anda.



                                                                    chandra gilang pratama